KALIMANTAN TIMUR, 4 September 2026 — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Peserta Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LVI Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 melalui kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) kembali menggelar penyuluhan di sejumlah wilayah kabupaten dan kota, Jumat (4/9/2026). Sebanyak 35 personel terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdiri atas satu Perwira Tinggi (Pati), dua Perwira Penuntun (Patun), serta 32 Pasis yang berasal dari tiga matra, yakni 13 Pasis TNI Angkatan Darat, 11 Pasis TNI Angkatan Laut, dan delapan Pasis TNI Angkatan Udara.
Kegiatan dilaksanakan secara serentak di Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Berau, Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat, dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Penyuluhan menyasar masyarakat, aparatur pemerintah, korporasi, hingga pelajar sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bersama dalam mencegah Karhutla. Edukasi Menyentuh Masyarakat hingga Tingkat Kecamatan Di Kota Samarinda, Tim 1 yang dipimpin Kolonel Inf Gatot Teguh melaksanakan penyuluhan kepada unsur Forkopimcam dan masyarakat di Kantor Kecamatan Palaran. Kegiatan dilanjutkan di Desa Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, serta Koramil 04/Palaran.
Penyuluhan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan Karhutla sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan aparat kewilayahan dalam menjaga lingkungan. Sementara itu, di Kota Balikpapan, Tim 2 yang dipimpin Kolonel Inf Ary Sutrisno memberikan penyuluhan kepada masyarakat Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara.
Tim juga melakukan peninjauan lokasi kebakaran dan membagikan bantuan sembako kepada masyarakat setempat. Kegiatan tersebut memadukan edukasi pencegahan dengan kepedulian sosial terhadap masyarakat di wilayah yang terdampak kebakaran. Di Kabupaten Berau, Tim 3 yang dipimpin Kolonel Inf Laode Irwan Halim melaksanakan penyuluhan Karhutla di Aula Kantor Kecamatan Gunung Tabur. Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta memperkuat peran unsur kewilayahan dalam pencegahan kebakaran.
Libatkan Pemerintah, Korporasi dan Masyarakat Di Kabupaten Paser, Tim 4 yang dipimpin Kolonel Inf Ragung Ismail Akbar melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat, instansi pemerintah, dan korporasi di Kecamatan Batu Engau. Pelibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi pencegahan Karhutla, mengingat pengelolaan lingkungan dan pencegahan kebakaran membutuhkan peran bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
Di Kabupaten Kutai Kartanegara, Tim 5 yang dipimpin Kolonel Inf Ikhsanudin memberikan penyuluhan kepada masyarakat Kelurahan Karya Merdeka, Kecamatan Samboja Barat. Sementara itu, Tim 6 di Kota Bontang yang dipimpin Kolonel Inf Toni Sri Hartanto melaksanakan sosialisasi kegiatan Pasis Dikreg LVI Sesko TNI kepada masyarakat Desa Santan Hilir. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi dengan masyarakat terkait pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Di Kabupaten Kutai Timur, Tim 7 yang dipimpin Kolonel Laut (P) Shodikin melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan. Selain edukasi, tim juga memberikan bantuan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial dalam rangkaian kegiatan KKDN. Menjangkau Pelajar dan Generasi Muda Di Kabupaten Kutai Barat, Tim 8 yang dipimpin Kolonel Inf I Putu Tangkas melaksanakan penyuluhan Karhutla di Kecamatan Muara Lawa.
Sementara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Tim 9 yang dipimpin Kolonel Inf Chairi Suhanda menyampaikan materi pencegahan dan penanggulangan Karhutla kepada masyarakat dan ASN di Desa Bumi Harapan serta Desa Argomulyo. Edukasi juga diberikan kepada siswa dan siswi SMK 2 Penajam Paser Utara. Pelibatan pelajar menjadi langkah strategis untuk menanamkan kesadaran menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sejak dini.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan Karhutla tidak hanya mengandalkan penanganan ketika kebakaran telah terjadi, tetapi harus dimulai melalui edukasi, peningkatan kewaspadaan, dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Pasis Dikreg LVI Sesko TNI juga menjadikan kegiatan KKDN sebagai sarana untuk melihat secara langsung kondisi wilayah, mendengar masukan masyarakat, serta memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah dan aparat kewilayahan.
Pendekatan langsung melalui penyuluhan di tingkat kecamatan, desa, kelurahan, hingga sekolah diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga hutan dan lahan dari ancaman kebakaran merupakan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda, upaya pencegahan Karhutla di Kalimantan Timur diharapkan semakin efektif dan berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kegiatan Rombongan KKDN/Penyuluhan Pencegahan Karhutla Pasis Sesko TNI di Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat (4/9/2026) berlangsung aman dan lancar. Pada Sabtu (5/9/2026), kegiatan akan dilanjutkan dengan penyuluhan di sejumlah wilayah kabupaten dan kota sesuai pembagian sektor masing-masing, sekaligus konsolidasi sebagai persiapan pergeseran kembali menuju Balikpapan.