PONTIANAK, 4 September 2026 — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada masyarakat, koordinasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga kelompok keagamaan.
Peserta Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 dalam rangka Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) kembali melaksanakan penyuluhan dan pengumpulan data terkait pencegahan Karhutla di sembilan wilayah kabupaten/kota di Kalimantan Barat, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut melibatkan sembilan tim penyuluh yang bergerak di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sanggau, Sintang, Sambas, Bengkayang, dan Landak.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga dialog, anjangsana, wawancara, pengumpulan data, hingga dukungan sarana yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla. Rangkul Tokoh Masyarakat hingga Kerabat Kesultanan Di Kota Pontianak, Tim 1 yang dipimpin Kol Inf Taufik H. melaksanakan penyuluhan di Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 35 orang.
Tim kemudian melanjutkan kegiatan dengan anjangsana ke kerabat Kraton Kadriah Kesultanan Pontianak di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dengan tokoh dan unsur masyarakat dalam memperkuat kesadaran bersama mengenai pencegahan Karhutla. Sementara itu, Tim 2 di Kabupaten Kubu Raya melaksanakan penyuluhan di Kantor BPN Kubu Raya, kemudian bergerak ke kawasan perkebunan di Desa Air Deras, Kecamatan Teluk Pakedai. Penyuluhan di lokasi tersebut diikuti sekitar 20 peserta.
Perkuat Pencegahan di Sektor Perkebunan Di Kabupaten Mempawah, Tim 3 melaksanakan penyuluhan terpadu bersama BPN, BPBD, dan Tim Mabes TNI kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit. Kegiatan berlangsung di Aula Pemerintah Kabupaten Mempawah. Keterlibatan sektor perkebunan menjadi perhatian penting dalam agenda pencegahan Karhutla, mengingat aktivitas pengelolaan lahan membutuhkan penerapan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan secara konsisten.
Sementara itu, Tim 4 di Kota Singkawang melaksanakan penyuluhan di Kantor BPN dan Kantor Dinas Perkebunan. Koordinasi dengan instansi terkait diarahkan untuk memperkuat pemahaman serta dukungan data dalam upaya pencegahan Karhutla.Edukasi Berbasis Kearifan Lokal Di Kabupaten Sanggau, Tim 5 melaksanakan penyuluhan sekaligus wawancara dalam kegiatan adat meminta hujan di Dusun Mawang, Desa Hibun. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 masyarakat.
Pendekatan melalui kegiatan masyarakat dan kearifan lokal menjadi salah satu cara untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga. Setelah itu, tim melanjutkan penyuluhan di PT SIA yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit. Di Kabupaten Sintang, Tim 6 memberikan penyuluhan kepada aparat Kelurahan Mengkurai, Kecamatan Sintang. Tim juga melaksanakan anjangsana kepada Mariono di Kelurahan Tanjungpuri serta memberikan dukungan berupa bantuan sumur bor bagi Kelurahan Mengkurai.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketersediaan sumber air masyarakat, yang juga memiliki nilai strategis dalam menghadapi kondisi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan ancaman kebakaran. Libatkan Pelajar dan Komunitas Petani Tim 7 di Kabupaten Sambas melaksanakan penyuluhan di SMP Negeri 3 Sambas. Edukasi kepada pelajar menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini.
Kegiatan dilanjutkan dengan anjangsana ke Desa Bukit Mulya, Kecamatan Subah. Di Kabupaten Bengkayang, Tim 8 melaksanakan penyuluhan kepada komunitas petani Batak di Desa Bangunsari, Kecamatan Teriak. Tim kemudian melanjutkan edukasi ke Masjid Agung Syuhada di Kelurahan Sebalo. Sementara itu, Tim 9 di Kabupaten Landak melaksanakan penyuluhan di Desa Hilir, Kecamatan Ngabang, yang diikuti sekitar 32 masyarakat. Tim juga melakukan pengumpulan data mengenai jumlah perusahaan melalui Dinas Perkebunan Kabupaten Landak.
Pengumpulan data tersebut diharapkan dapat memperkuat pemetaan potensi dan sumber daya yang berkaitan dengan pencegahan serta penanganan Karhutla di wilayah Landak. Kolaborasi Jadi Kunci Rangkaian kegiatan Pasis Dikreg LVI Sesko TNI di Kalimantan Barat menunjukkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menghadapi ancaman Karhutla. Pemerintah, aparat kewilayahan, dunia usaha, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pelajar, dan komunitas lokal memiliki peran yang saling melengkapi.
Penyuluhan juga diarahkan untuk mendorong masyarakat memahami bahwa pencegahan kebakaran harus dilakukan sebelum api muncul, melalui kepedulian terhadap kondisi lingkungan, penggunaan lahan secara bertanggung jawab, serta kesiapan menghadapi keadaan darurat. Seluruh rangkaian kegiatan penyuluhan pada Jumat (4/9/2026) berlangsung aman dan lancar. Kegiatan Dilanjutkan, Sejumlah Tim Mulai Bergeser Pada Sabtu (5/9/2026), kegiatan penyuluhan akan dilanjutkan di sejumlah wilayah sebelum sebagian tim melaksanakan pergeseran menuju Kota Pontianak.
Tim 1 dijadwalkan berdialog dengan tokoh agama di Pesantren Darunna’in, Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, serta melaksanakan anjangsana ke kampung kerabat Alm. Sultan Kadriah. Tim 2 akan melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat di Desa Sungai Ambangan dan Desa Sungai Raya Dalam. Tim 3 menyasar para peladang di Desa Parit Bugis, Kecamatan Segedong, dan Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat.
Tim 4 akan melaksanakan penyuluhan, dialog, dan pembagian sembako di sejumlah kelurahan di Kota Singkawang sebelum melaksanakan pergeseran ke Pontianak. Tim 5 melaksanakan penyuluhan di Kecamatan Tayan Hulu, kemudian bergeser ke Pontianak. Tim 6 dijadwalkan melaksanakan pergeseran dari Sintang menuju Pontianak. Tim 7 melaksanakan dialog dengan mahasiswa Unisas, Poltesas, dan HMI di Desa Durian, Kecamatan Sambas.
Tim 8 melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat Suka Usaha, Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Betung, sebelum bergeser menuju Pontianak. Sementara Tim 9 melaksanakan penyuluhan, doa bersama, dan koordinasi di Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang. Pergeseran personel dari sejumlah wilayah menuju Pontianak dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan jarak dan waktu tempuh masing-masing daerah.
