PENHUMAS-SESKO TNI. Para perwira siswa Dikreg ke-52 menerima materi ceramah tentang teknologi dan ruang angkasa yang disampaikan oleh Dr. Ing. Mohammad Mukhayati, S.T., M.Kom dari Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, bertempat di kelas besar Adibrata Sesko TNI, Bandung, Senin (26/2/2024).
Sebelum ceramah di mulai. diawali pembacaan biodata penceramah oleh Kepala Departemen Lingkungan Ilmu pengetahuan dan Teknologi Kolonel Kav Setiawan Arismunandar. Selanjutnya para perwira siswa Dikreg ke-52 menerima materi ceramah dengan judul “Teknologi Ruang Angksa Untuk Mendukung Pertahanan Negara”. Adapun topik yang menjadi pembahasannya adalah perkembangan teknologi ruang angkasa, pemanfaatan teknologi ruang angkasa dan teknologi ruang angkasa untuk pertahanan negara. Penceramah menyampaikan juga bahwa dengan teknologi ruang angkasa yang semakin berkembang telah memberikan banyak dampak positif bagi manusia, diantaranya teknologi satelit komunikasi. Jika dimasa lalu komunikasi jarak jauh hanya bisa dilakukan dengan menggunakan surat atau radio, maka dimasa kini komunikasi jadi lebih mudah, murah, dan cepat karena adanya teknologi telepon, video call, atau email. Semua kemudahan tersebut dirasakan setelah peluncuran satelit. Selanjutnya Stasiun Luar Angkasa International (ISS) yang didirikan pada tahun 2000 adalah wilayah baru peradaban manusia yang menjadi simbol kerjasama antarnegara dunia yang dulunya saling berkompetisi. Sebagai laboratorium ruang angkasa milik bersama, ISS berfungsi sebagai tempat penelitian pelbagai macam ilmu. Disisi lain potensi ruang angkasa yang sangat berpengaruh terhadap komunikasi dan keamanan ruang udara menyebabkan negara-negara yang memiliki keunggulan teknologi ruang angkasa dapat mengeksploitasi potensi ruang udara dan potensi ruang angkasa. Perkembangan teknologi ruang angkasa pada masa kini semakin maju dimana negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Rusia yang sudah lama bersaing dalam melakukan eksplorasi ruang angkasa meningkatkan persaingan mereka dengan misi untuk melakukan kegiatan militerisasi di ruang angkasa dengan mengirim satelit -satelit militer (military satellites). The Outer Space Treaty 1967 pada Article IV merupakan upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk meniadakan dan mencegah konflik bersenjata dan aktivitas militer yang tidak bertujuan damai dimana dampaknya dapat mengganggu keamanan dan ketertiban manusia yang diyakini dapat memberikan dampak kerusakan di bumi walaupun dengan skala kecil.
Diakhir ceramahnya sekaligus menanggapi pertanyaan Perwira Siswa tekait teknologi AIS dan teknologi Radar di sektor maritim dijelaskan bahwasanya pentingnya Fusi data yang secara umum didefinisikan sebagai penggunaan teknik-teknik yang menggabungkan data dari berbagai sumber dan mengumpulkan informasi bahwa untuk mencapai kesimpulan, yang akan lebih efisien dan berpotensi lebih akurat jika dicapai melalui satu sumber.
