PALANGKA RAYA, 3 September 2026 — Peserta Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LVI Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 melalui kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) terus menggencarkan penyuluhan dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah. Sebanyak 25 personel terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri atas satu Perwira Tinggi (Pati), satu Perwira Penuntun (Patun), dan 23 Pasis dari tiga matra, yakni 11 Pasis TNI Angkatan Darat, tujuh Pasis TNI Angkatan Laut, dan lima Pasis TNI Angkatan Udara.
Kegiatan dilaksanakan secara terpadu di Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Sukamara, dan Kabupaten Gunung Mas. Materi penyuluhan tidak hanya menyasar masyarakat, tetapi juga pelajar, petugas penanggulangan bencana, aparatur pemerintah, relawan, hingga unsur dunia usaha. Di Kabupaten Pulang Pisau, tim yang dipimpin Kolonel Arh Sutrisno melaksanakan penyuluhan di sejumlah fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan. Kegiatan berlangsung di Puskesmas Bereng, Kelurahan Bereng, Kecamatan Kahayan Hilir, dengan peserta 27 orang.
Penyuluhan kemudian dilanjutkan di SDN 03 Pulang Pisau dengan 52 peserta serta SMA 1 Kahayan Hilir yang diikuti 63 peserta. Edukasi kepada pelajar tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai bahaya Karhutla serta pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Sementara itu, tim di Kabupaten Kotawaringin Timur yang dipimpin Kolonel Inf Abdul Hamid melaksanakan pergeseran dari Kabupaten Katingan menuju Sampit. Setibanya di wilayah tersebut, tim memberikan penyuluhan kepada aparat penanggulangan bencana kebakaran sekaligus berdiskusi dengan Sekretaris BPBD dan Kepala BMKG Kabupaten Kotawaringin Timur. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 65 peserta dan menjadi sarana untuk bertukar informasi mengenai kondisi wilayah, potensi Karhutla, serta langkah mitigasi yang perlu diperkuat.
Di Kabupaten Kotawaringin Barat, tim yang dipimpin Kolonel Pnb Iwan Setiawan melaksanakan koordinasi dengan Kodim 1014/Pangkalan Bun. Kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan di Posko Rumah Damkar kepada tim gabungan pemadam kebakaran yang terdiri atas unsur TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya. Penyuluhan tersebut diikuti sekitar 63 personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran di wilayah Kecamatan Arut Selatan. Tim juga melaksanakan peninjauan wilayah yang terdampak kebakaran di Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara. Selain peninjauan lapangan, penyuluhan dilaksanakan kepada masyarakat Desa Pudu, Kecamatan Sukamara, dengan jumlah peserta 12 orang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi pencegahan Karhutla hingga tingkat desa. Di Kabupaten Gunung Mas, tim yang dipimpin Kolonel Inf Prasetyo Ari Wibowo melaksanakan rangkaian kegiatan yang menyasar masyarakat, instansi pemerintah, dan kelompok terdampak Karhutla.
Penyuluhan kepada warga Kelurahan Tampang Tumbang Anjir dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai dampak Karhutla sekaligus mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga hutan dan lahan. Tim juga memberikan bantuan sembako dan masker kepada masyarakat terdampak Karhutla di Kecamatan Kurun. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan perlindungan bagi warga yang terdampak asap dan kondisi lingkungan akibat kebakaran. Dalam rangka memperkuat koordinasi lintas instansi, tim melaksanakan diskusi di Kantor ATR/BPN Kabupaten Gunung Mas terkait penanganan Karhutla. Koordinasi juga dilakukan bersama BPBD Kabupaten Gunung Mas untuk membahas langkah pencegahan dan penanganan kebakaran.
Komitmen kolaborasi kembali ditegaskan dalam pertemuan dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas. Dalam kesempatan tersebut, TNI menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman Karhutla. Rangkaian kegiatan di Gunung Mas juga diisi dengan penyuluhan kepada pegawai organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Gunung Mas. Edukasi tersebut menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur pemerintahan dalam membangun kesiapsiagaan dan pencegahan Karhutla. Kegiatan KKDN dan penyuluhan Karhutla ini merupakan bagian dari upaya Pasis Dikreg LVI Sesko TNI untuk membangun pemahaman bersama sekaligus memperkuat koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, aparat penanggulangan bencana, relawan, dunia usaha, dan masyarakat.
Pendekatan langsung melalui penyuluhan, diskusi, peninjauan lapangan, serta pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak diharapkan mampu mendorong kesadaran kolektif bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama.
Secara keseluruhan, kegiatan Rombongan KKDN/Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah pada Kamis (3/9/2026) berlangsung aman dan lancar. Tidak terdapat hal menonjol selama pelaksanaan kegiatan. Kegiatan selanjutnya pada Jumat (4/9/2026) akan dilanjutkan dengan penyuluhan di sejumlah wilayah kabupaten dan kota sesuai pembagian sektor masing-masing. Seluruh rangkaian kegiatan juga dipublikasikan melalui media online sebagai bagian dari upaya menyebarluaskan edukasi dan informasi mengenai pencegahan serta penanganan Karhutla kepada masyarakat.
