Lompat ke konten

Pasis Dikreg LVI Sesko TNI Perkuat Mitigasi dan Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah

PALANGKA RAYA, 2 September 2026 — Peserta Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LVI Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 melalui kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) terus memperkuat upaya mitigasi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan penyuluhan dan koordinasi dilaksanakan di sejumlah kabupaten dan kota, Rabu (2/9/2026).

Rombongan berjumlah 25 personel, terdiri atas satu Perwira Tinggi (Pati), satu Perwira Penuntun (Patun), serta 23 Pasis dari tiga matra, yakni 11 Pasis TNI Angkatan Darat, tujuh Pasis TNI Angkatan Laut, dan lima Pasis TNI Angkatan Udara.

Kegiatan tidak hanya difokuskan pada penyampaian materi pencegahan Karhutla, tetapi juga menyentuh aspek keselamatan jiwa, kesiapsiagaan masyarakat, peninjauan sarana pemadam, koordinasi lintas instansi, serta pemantauan langsung terhadap penanganan kebakaran di lapangan.

Di Kota Palangka Raya, tim yang dipimpin Kolonel Inf Uun Samson melaksanakan diskusi bersama Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, A.P., M.A.P. Pembahasan difokuskan pada langkah mitigasi dan penanganan bencana, termasuk penguatan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Karhutla.

Sementara itu, di Kabupaten Katingan, tim yang dipimpin Kolonel Inf Abdul Hamid melaksanakan sejumlah kegiatan penyuluhan dan koordinasi. Penyuluhan mengenai penanganan kebakaran dan keselamatan jiwa diberikan di Posko Kesehatan Gulben Kebakaran Katingan Hilir dengan peserta sekitar 30 orang.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kepada perangkat dan anggota Masyarakat Peduli Api di Pos Babinsa Desa Telangkah, Kecamatan Hampalit, yang diikuti 17 peserta. Tim juga memberikan edukasi kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama di Masjid Al Muhajirin, Kecamatan Hampalit, dengan jumlah peserta 38 orang. Selain itu, tim melaksanakan diskusi mengenai penanganan kebakaran sekaligus meninjau sarana pemadam kebakaran di Kantor Kecamatan Kamipang, dengan diikuti sekitar 14 peserta.

Di Kabupaten Pulang Pisau, tim yang dipimpin Kolonel Arh Sutrisno, S.Sos., melaksanakan pergeseran personel dari Palangka Raya menuju wilayah tersebut. Sesampainya di lokasi, tim memberikan penyuluhan mengenai penanganan kebakaran dan keselamatan jiwa di Kantor Desa Hanjak Maju, Kecamatan Kahayan Hilir, yang diikuti 15 peserta.

Penyuluhan berikutnya dilaksanakan kepada perangkat dan masyarakat di Posyandu Desa Hanjak Maju dengan 14 peserta. Tim kemudian memberikan penyuluhan dan melaksanakan diskusi terkait penanganan kebakaran serta keselamatan jiwa di Posko Mandiri Gulben, Kecamatan Kahayan Hilir, yang diikuti 20 peserta.

Sementara itu, tim yang dipimpin Kolonel Pnb Iwan Setiawan melaksanakan pergeseran dari Kabupaten Katingan menuju Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan KKDN dan penyuluhan di wilayah Kalimantan Tengah.

Kegiatan cukup intensif dilaksanakan di Kabupaten Gunung Mas oleh tim yang dipimpin Kolonel Inf Prasetyo Ari Wibowo. Setelah melaksanakan pergeseran dari Palangka Raya, tim memberikan penyuluhan dan melakukan wawancara dengan kelompok pengemudi kendaraan perkebunan sawit serta perusahaan pertambangan batu bara di Desa Tumbang Iram, Kecamatan Mihing Raya.

Tim kemudian memberikan penyuluhan kepada warga terdampak kebakaran lahan di Desa Teluk Nyatu, Kecamatan Kuala Kurun. Edukasi juga diberikan kepada kelompok rentan, khususnya ibu dan anak, di kawasan perkebunan desa tersebut.

Untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi di lapangan, tim bersama Dandim 1018/Gunung Mas dan Kapolres Gunung Mas melaksanakan peninjauan serta pengendalian penanganan Karhutla di lokasi kebakaran hutan dan lahan sepanjang jalan poros Palangka Raya–Gunung Mas.

Rangkaian kegiatan di Kabupaten Gunung Mas dilanjutkan dengan penyuluhan, diskusi, dan wawancara bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Makodim 1018/Gunung Mas. Instansi yang terlibat antara lain Dinas Kehutanan Provinsi, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta PDAM Jasa Tirta.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bersama bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kesiapan seluruh elemen, baik pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, relawan, maupun masyarakat. Edukasi mengenai keselamatan jiwa juga menjadi perhatian penting, khususnya bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah rawan kebakaran.

Selain meningkatkan pemahaman masyarakat, kegiatan KKDN juga dimanfaatkan untuk memperoleh informasi langsung mengenai kondisi wilayah, sarana dan prasarana penanganan kebakaran, serta mekanisme koordinasi antarinstansi dalam menghadapi Karhutla.

Secara umum, seluruh kegiatan Rombongan KKDN dan Tim Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah pada Rabu (2/9/2026) berlangsung aman dan lancar. Tidak terdapat hal menonjol selama pelaksanaan kegiatan. Pada Kamis (3/9/2026), kegiatan akan dilanjutkan dengan penyuluhan di sejumlah wilayah kabupaten dan kota sesuai pembagian sektor masing-masing.

Rangkaian kegiatan penyuluhan dan edukasi tersebut juga dipublikasikan melalui media online serta media televisi nasional iNews sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan serta penanganan Karhutla.

“`

 

error: Konten dilindungi