KALIMANTAN BARAT, 2 September 2026 — Peserta Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LVI Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 melalui kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) terus memperkuat edukasi dan sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan dilaksanakan secara serentak di sejumlah kabupaten dan kota, Rabu (2/9/2026).
Sembilan tim penyuluh yang tersebar di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sanggau, Sintang, Sambas, Bengkayang, dan Landak melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari penyuluhan, dialog, koordinasi, kunjungan lapangan, hingga anjangsana dengan tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan.
Di Kota Pontianak, Tim 1 yang dipimpin Kolonel Inf Taufik H melaksanakan dialog dengan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pontianak di kawasan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Barat. Tim kemudian melanjutkan kegiatan ke kantor Pertamina dan melakukan koordinasi bersama pejabat Pertamina setempat serta Tim Mabes TNI.
Sementara itu, Tim 2 di Kabupaten Kubu Raya yang dipimpin Kolonel Laut (P) Faizal melakukan wawancara dan peninjauan di lokasi kejadian kebakaran hutan dan lahan di Desa Pasak, Kecamatan Sungai Ambawang. Kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kepada masyarakat Desa Bengkare, Kecamatan Sungai Ambawang.
Di Kabupaten Mempawah, Tim 3 yang dipimpin Kolonel Inf Putu membagi personel menjadi dua kelompok. Kelompok pertama melaksanakan penyuluhan di Desa Skabuk, Kecamatan Sadaniang, serta penyuluhan di Kantor Kecamatan Sadaniang yang melibatkan Tim Mabes TNI, unsur Forkopimda, dan masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Dansesko TNI.
Kelompok kedua melaksanakan dialog di lokasi kebakaran lahan bersama Manggala Agni, petugas pemadam kebakaran, dan BPBD di sekitar Kecamatan Sadaniang. Dialog difokuskan pada kondisi lapangan serta langkah-langkah penanganan dan pencegahan kebakaran lahan.
Di Kota Singkawang, Tim 4 yang dipimpin Kolonel Inf Hari Sandra melaksanakan penyuluhan dan pembagian sembako di Sekolah Rakyat Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan. Kegiatan dilanjutkan dengan anjangsana di Kelurahan Sanggau Kulor, Kecamatan Singkawang Timur, serta penyuluhan kepada masyarakat dan perangkat Kelurahan Sungai Geram Hilir, Kecamatan Singkawang Utara.
Pada siang harinya, tim juga melaksanakan dialog bersama petugas pemadam kebakaran, BPBD, dan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran. Kegiatan tersebut turut dihadiri Dansesko TNI.
Sementara di Kabupaten Sanggau, Tim 5 yang dipimpin Kolonel Inf Raja Gunung melaksanakan anjangsana dan penyuluhan bersama aparat kecamatan serta pelaku usaha di kawasan PLBN Entikong, Desa Entikong, Kecamatan Entikong. Kegiatan diikuti sekitar 30 peserta.
Di Kabupaten Sintang, Tim 6 yang dipimpin Kolonel Kav Anggoro memberikan penyuluhan kepada masyarakat Desa Balai Agung. Kegiatan yang dihadiri tokoh masyarakat dan sekitar 50 warga tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama Dinas Pertanian serta Bupati Sintang.
Adapun Tim 7 di Kabupaten Sambas yang dipimpin Kolonel Inf Ali melaksanakan penyuluhan di PT PANP, Desa Sijang, Kecamatan Galing. Kegiatan dihadiri pimpinan perusahaan, kepala desa, masyarakat, dan pegawai dengan jumlah sekitar 60 peserta. Tim selanjutnya melaksanakan anjangsana dan koordinasi dengan Bupati Sambas.
Di Kabupaten Bengkayang, Tim 8 yang dipimpin Kolonel Inf Andi Sinaga memberikan penyuluhan kepada komunitas pencipta kopi tradisional di Kelurahan Bumi Emas. Kegiatan dihadiri tokoh adat, perwakilan masyarakat Tionghoa, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dengan jumlah sekitar 30 orang.
Penyuluhan kemudian dilanjutkan di kawasan perumahan Saudara Akhong, Kelurahan Sebalo, yang diikuti sekitar 25 masyarakat.
Sementara itu, Tim 9 di Kabupaten Landak yang dipimpin Kolonel Inf Gunawan melaksanakan penyuluhan dan koordinasi di Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang, serta Desa Mandor, Kecamatan Mandor. Kegiatan melibatkan kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga dengan jumlah sekitar 60 orang.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus membangun sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dunia usaha, petugas pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni, tokoh masyarakat, dan masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya melalui penyuluhan, tetapi juga dengan dialog dan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran faktual mengenai kondisi di lapangan sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan Karhutla.
Secara umum, seluruh kegiatan penyuluhan Pasis Dikreg LVI Sesko TNI di wilayah Kalimantan Barat pada Rabu (2/9/2026) berlangsung aman dan lancar.
Pada Kamis (3/9/2026), kegiatan akan dilanjutkan oleh masing-masing tim sesuai sektor. Tim 1 dijadwalkan melaksanakan dialog dengan Ketua Umum Mangkok Merah, tokoh masyarakat Pontianak Iyen Bagage, serta tokoh masyarakat Melayu di Pontianak.
Tim 2 akan melaksanakan penyuluhan di Kantor BPN dan BPBD Kabupaten Kubu Raya. Tim 3 dijadwalkan memberikan penyuluhan di Desa Kecurit, Kecamatan Toho, dan Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat.
Tim 4 akan melaksanakan penyuluhan di Balai Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, dilanjutkan dialog dengan petugas pemadam kebakaran, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api di lokasi kebakaran Kelurahan Sanggau Kulor, serta penyuluhan di Kelurahan Sungai Bulan, Kecamatan Singkawang Utara.
Tim 5 akan melaksanakan penyuluhan dan anjangsana dengan tokoh adat Sanggau, Pangeran Ratu H. Gusti Arman Surya Negara, serta kegiatan di Kantor Kecamatan Kapuas. Tim 6 akan melaksanakan penyuluhan di Kantor BPBD, dialog dengan petugas pemadam kebakaran dan Masyarakat Peduli Api di titik api Desa Sungai Nawang, Kecamatan Sintang Kota, serta wawancara dengan masyarakat Desa Sungai Ukoi, Kecamatan Tebelian.
Selanjutnya, Tim 7 akan melaksanakan penyuluhan di Desa Selakau Tua, Kecamatan Selakau Timur, dilanjutkan anjangsana dan dialog dengan Forkopimcam Sambas. Tim 8 dijadwalkan melaksanakan penyuluhan di Kantor Kecamatan Bengkayang dan Desa Suka Bangun, Kecamatan Sungai Betung.
Sementara Tim 9 akan melaksanakan penyuluhan dan anjangsana dengan tokoh adat serta tokoh masyarakat di Desa Ambarang, Kecamatan Ngabang.
Melalui kegiatan KKDN dan penyuluhan tersebut, Pasis Dikreg LVI Sesko TNI terus mendorong terbangunnya kesadaran kolektif dan kesiapsiagaan masyarakat sebagai bagian penting dalam mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Kalimantan Barat.

