
Banjarbaru, 31 Agustus 2026 — Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sesko TNI TA 2026 terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) dan penyuluhan di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, Senin (31/8/2026).
Kegiatan dilaksanakan oleh lima tim yang tersebar di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Barito Kuala. Tidak hanya menyampaikan edukasi, para Pasis juga melakukan orientasi wilayah, peninjauan lapangan, pengumpulan data, serta membangun komunikasi dengan aparat kewilayahan, pemerintah desa, relawan, tokoh masyarakat, dan warga.
Di Kota Banjarbaru, Tim 1 yang dipimpin Kolonel Inf Iman Widiarto bersama empat Pasis mengawali kegiatan dengan orientasi wilayah dan menerima penjelasan dari Danramil Liang Anggang. Selanjutnya, tim melaksanakan penyuluhan di Kelurahan Guntung Manggis dan Kelurahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin.
Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan serta Posko Gabungan Tanggap Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri Danramil, lurah, aparat kewilayahan, relawan, dan masyarakat setempat.
Masih di wilayah Kota Banjarbaru, Tim 2 yang dipimpin Kolonel Laut (P) Choirul Arif bersama tiga Pasis melaksanakan penyuluhan di Desa Sungai Ulin dan Desa Selandri. Kegiatan melibatkan kepala desa, ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, Tim Tanggap Bencana Regas, serta masyarakat.
Penyuluhan menjadi ruang dialog antara Pasis dan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pencegahan Karhutla, sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Sementara itu, di Kabupaten Banjar, Tim 3 yang terdiri atas empat Pasis melaksanakan kunjungan ke Makodim 1006/Banjar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan di Desa Salat Makmur dan Desa Babirik, Kecamatan Beruntung Baru.
Kegiatan dihadiri Camat Beruntung Baru, kepala desa, Danramil, perangkat desa, para ketua RT, dan masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem pencegahan Karhutla yang berbasis kewilayahan.
Di Kabupaten Tanah Laut, Tim 4 yang dipimpin Kolonel Tek Tunjung Prastowo bersama empat Pasis melaksanakan orientasi wilayah dan menerima penjelasan dari Danramil Bati-Bati. Tim kemudian memberikan penyuluhan kepada Kepala Desa Liang Anggang, relawan pemadam api, dan masyarakat Kecamatan Bati-Bati.
Tidak hanya menyasar masyarakat, penyuluhan juga diberikan kepada siswa SDN Liang Anggang 1. Edukasi kepada generasi muda tersebut menjadi langkah penting untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan serta membangun kesadaran mengenai bahaya Karhutla sejak dini.
Kegiatan Tim 4 kemudian dilanjutkan dengan pengambilan data di Kodim 1009/Pelaihari Korem 101/Antasari sebagai bagian dari upaya memperdalam pemahaman terhadap kondisi dan dinamika wilayah.
Sementara itu, di Kabupaten Barito Kuala, Tim 5 yang dipimpin Kolonel Mar Bondan bersama empat Pasis melaksanakan penyuluhan di Desa Sungai Bamban dan Desa Sungai Gampa, Kecamatan Rantau Badauh. Kegiatan dihadiri kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga.
Setelah penyuluhan, tim melaksanakan pendalaman kondisi wilayah di Koramil 05/Rantau Badauh. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengumpulan informasi dan pemahaman terhadap karakteristik wilayah yang berkaitan dengan potensi serta penanganan Karhutla.
Bangun Kesadaran dan Kesiapsiagaan Bersama
Rangkaian kegiatan KKDN dan penyuluhan Karhutla yang dilaksanakan Pasis Dikreg LVI Sesko TNI merupakan bagian dari pembelajaran lapangan sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung upaya pencegahan bencana.
Pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen. TNI, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, relawan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap ancaman Karhutla.
Melalui kegiatan tersebut, para Pasis juga memperoleh pengalaman faktual mengenai kondisi kewilayahan, pola koordinasi, serta berbagai tantangan yang dihadapi aparat dan masyarakat dalam mencegah dan menangani Karhutla. Pengalaman lapangan tersebut diharapkan dapat memperkaya kemampuan analisis dan wawasan strategis Pasis dalam menghadapi berbagai persoalan pertahanan dan keamanan di masa mendatang.
Seluruh rangkaian kegiatan penyuluhan Pasis Sesko TNI di wilayah Kalimantan Selatan pada Senin (31/8/2026) berlangsung aman dan lancar, serta tidak terdapat hal-hal menonjol.
Penyuluhan Berlanjut di Sejumlah Wilayah
Kegiatan akan dilanjutkan pada Selasa (1/9/2026). Tim 1 akan melaksanakan penyuluhan di Kelurahan Landasan Ulin Timur dan Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kota Banjarbaru.
Tim 2 akan melaksanakan penyuluhan di wilayah Kabupaten Tapin, sedangkan Tim 3 melanjutkan kegiatan di wilayah Kabupaten Banjar.
Selanjutnya, Tim 4 akan melaksanakan penyuluhan di wilayah Kabupaten Tanah Laut sekaligus melakukan koordinasi dengan Satgas Terpadu melalui BPBD Kabupaten Tanah Laut. Adapun Tim 5 akan melanjutkan kegiatan penyuluhan di wilayah Kabupaten Barito Kuala.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat sekaligus membangun kesadaran kolektif dalam mencegah Karhutla sejak dini. Dengan kolaborasi yang konsisten dan berkelanjutan, upaya menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan wilayah di Kalimantan Selatan dapat diwujudkan secara lebih efektif.
