
Pontianak, 30 Agustus 2026 — Sebanyak 58 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sesko TNI TA 2026 melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) sekaligus Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan Pangdam XII/Tanjungpura kepada seluruh Pasis di Makodam XII/Tanjungpura, Pontianak, pada pukul 08.00 WIB. Pengarahan tersebut menjadi bekal awal bagi para Pasis sebelum melaksanakan tugas penyuluhan dan pengumpulan data di sembilan wilayah kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
Dalam arahannya, Pangdam XII/Tanjungpura memberikan penekanan terkait pelaksanaan tugas di lapangan agar seluruh Pasis dapat beradaptasi dengan kondisi wilayah, membangun komunikasi dengan berbagai unsur, serta mengedepankan koordinasi dan sinergi dalam mendukung upaya pencegahan Karhutla.
Usai menerima pengarahan, pada pukul 09.00 WIB seluruh Pasis bergerak menuju sasaran masing-masing. Sebanyak sembilan tim disebar ke sejumlah wilayah, mulai dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sanggau, Sintang, Sambas, Bengkayang, hingga Landak.
Memulai Langkah dari Wilayah Sasaran
Tim 1 yang dipimpin Kolonel Inf Taufik H bersama lima Pasis bergerak menuju wilayah Kota Pontianak. Pada pukul 11.00 WIB, tim melaksanakan penyuluhan perdana di Desa Sungai Duri, Kecamatan Pontianak Utara. Kegiatan berlangsung aman dan lancar.
Di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Tim 2 yang dipimpin Kolonel Laut (P) Faizal bersama empat Pasis melaksanakan penyuluhan bersama Tim Mabes TNI di Desa Limbung. Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 11.00 WIB tersebut berlangsung aman dan lancar.
Sementara itu, Tim 3 yang dipimpin Kolonel Inf Putu bersama tujuh Pasis tiba di Kodim Mempawah pada pukul 11.30 WIB. Setibanya di lokasi, tim melaksanakan briefing dan menerima arahan dari Ketua Tim Penyuluh, Brigjen Washington, sebagai persiapan pelaksanaan kegiatan penyuluhan di wilayah Kabupaten Mempawah.
Pergerakan juga dilakukan Tim 4 menuju Kabupaten Singkawang. Dipimpin Kolonel Inf Hari Sandra bersama tujuh Pasis, tim tiba di Makodim 1202/Singkawang pada pukul 14.00 WIB dalam keadaan aman untuk selanjutnya melaksanakan koordinasi dan persiapan kegiatan.
Di Kabupaten Landak, Tim 9 yang dipimpin Kolonel Inf Gunawan bersama enam Pasis tiba di Makodim 1210/Landak pada pukul 15.10 WIB. Kegiatan dilanjutkan dengan koordinasi dan briefing sebagai langkah awal sebelum melaksanakan penyuluhan di wilayah sasaran.
Tim 7 yang dipimpin Kolonel Inf Ali bersama tujuh Pasis tiba di Makodim 1208/Sambas pada pukul 16.30 WIB. Selanjutnya, tim melaksanakan koordinasi terkait rencana kegiatan penyuluhan Karhutla di wilayah Kabupaten Sambas.
Berikutnya, Tim 8 yang dipimpin Kolonel Inf Andi Sinaga bersama tujuh Pasis tiba di Makodim 1209/Bengkayang pada pukul 17.00 WIB. Tim kemudian melaksanakan koordinasi dan briefing untuk mematangkan persiapan kegiatan penyuluhan.
Di Kabupaten Sintang, Tim 6 yang dipimpin Kolonel Kav Anggoro bersama tujuh Pasis tiba di Makodim 1205/Sintang pada pukul 17.30 WIB. Tim melaksanakan koordinasi dan briefing guna mempersiapkan rangkaian kegiatan penyuluhan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Tim 5 yang dipimpin Kolonel Inf Raja Gunung bersama tujuh Pasis tiba di Kodim 1204/Sanggau pada pukul 17.45 WIB. Setelah tiba, tim melaksanakan koordinasi dan briefing sebagai persiapan pelaksanaan kegiatan penyuluhan.
Sinergi sebagai Kunci Pencegahan Karhutla
Kegiatan KKDN dan penyuluhan Karhutla Pasis Dikreg LVI Sesko TNI di Kalimantan Barat menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman terhadap kondisi kewilayahan sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah.
Keterlibatan Pasis dalam kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga untuk melihat secara langsung karakteristik wilayah, potensi kerawanan, kesiapsiagaan aparat, serta pola koordinasi dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Pendekatan kewilayahan dan kolaboratif menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, instansi terkait, tokoh masyarakat, dan warga diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan Karhutla secara dini dan berkelanjutan.
Secara umum, pergerakan 58 Pasis beserta material menuju sembilan wilayah sasaran di Kalimantan Barat berlangsung aman dan lancar. Seluruh personel telah tiba di wilayah masing-masing dan berada di tempat penginapan untuk selanjutnya melaksanakan rangkaian kegiatan sesuai rencana.
Melalui kegiatan ini, Pasis Dikreg LVI Sesko TNI diharapkan mampu memperoleh pengalaman faktual di lapangan sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam membangun kesadaran masyarakat dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pencegahan serta penanggulangan Karhutla di wilayah Kalimantan Barat.
