Wadan Sesko TNI membacakan amanat Panglima TNI pada upacara Peringatan ke-81 Kemerdekaan RI, bertempat di Lapangan Sudirman Sesko TNI Bandung, Senin (17/8/2026)
PENHUMAS-SESKO TNI. Wakil Komandan Sesko TNI Mayjen TNI Teguh Pudji Rahardjo, S.I.P., M.Han., mewakili Komandan Sesko TNI, bertindak selaku Inspektur Upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Sudirman Sesko TNI, Bandung, Senin (17/8/2026).
Bertindak sebagai Komandan Upacara, Pasis Dikreg 56 Sesko TNI Kolonel Inf Ahmad Alam. Upacara diikuti oleh para pejabat, personel militer, PNS, serta Pasis Dikreg Angkatan ke-56 Sesko TNI.
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, disampaikan ucapan selamat HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menjadi dorongan bagi seluruh prajurit dan ASN TNI untuk terus melaksanakan tugas secara profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
Panglima TNI menegaskan bahwa kemerdekaan yang diperjuangkan dengan pengorbanan para pahlawan harus dijaga melalui upaya mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam menghadapi berbagai dinamika dan ancaman, TNI dituntut mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat, menegakkan hukum, berperan aktif dalam penanganan bencana, serta mendukung berbagai program strategis nasional.
Selain itu, TNI harus senantiasa kuat dan bersih dari dalam dengan menjunjung tinggi integritas dan disiplin. Setiap prajurit dan ASN TNI diingatkan untuk memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI serta menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum maupun tindakan indisipliner. Jiwa korsa harus dimaknai sebagai kekuatan untuk membangun kekompakan, bukan sebagai sarana untuk melindungi kesalahan.
Panglima TNI juga menekankan pentingnya meningkatkan sinergi Trimatra TNI, soliditas bersama Polri dan seluruh komponen bangsa, serta menjaga kepercayaan rakyat sebagai kehormatan yang harus senantiasa dipelihara. Dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas, seluruh personel TNI dituntut untuk mengimplementasikan TNI PRIMA, yaitu Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.
Di akhir amanatnya, Panglima TNI memberikan lima penekanan sebagai pedoman bagi seluruh prajurit dan ASN TNI, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI; memperkuat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat serta menjaga kepercayaan masyarakat; meningkatkan kesiapsiagaan operasional dalam menghadapi berbagai ancaman dan bencana; serta bijak dan waspada dalam bermedia sosial dengan tidak mudah terprovokasi oleh hoaks maupun propaganda yang dapat memecah persatuan bangsa.
