SESKO TNI - TEGAK AMALKAN SAPTA MARGA

PENUTUPAN PENDIDIKAN OPERASI GABUNGAN DAN PENATARAN OPERASI GABUNGAN TNI TA 2020

Komandan Sesko TNI Marsekal Madya TNI Dedy Permadi, S.E., MMDS menutup Pendidikan Operasi Gabungan dan Penataran Operasi Gabungan TNI TA 2020 di  Ruang E-Learning Sesko TNI, Kamis (9/4/2020).

HUMASKOL SESKO TNI – Komandan Sesko TNI Marsekal Madya TNI Dedy Permadi, S.E., MMDS didampingi Wadan Sesko TNI, Dirdik, Dirbinjemen dan Dankorsis Sesko TNI melalui video conference secara resmi menutup Pendidikan Operasi Gabungan dan Penataran Operasi Gabungan TNI TA 2020, di Ruang E-Learning SeskoTNI.

Untuk mencegah penyebaran virus corona, penutupan Dik dan Taropsgab TNI dilaksanakan melalui video conference dimana Komandan Sesko TNI berada di ruang E-Learning sedangkan mantan Pasis berada di kamar masing-masing. Jumlah mantan Pasis Dikopsgab 50 orang terdiri dari 29 orang Angkatan Darat, 14 orang Angkatan Laut dan 7 orang Angkatan Udara, sedangkan Taropsgab dengan jumlah 48 orang terdiri dari 25 orang Angkatan Darat, 11 orang Angkatan Laut dan 12 orang Angkatan Udara.

Dalam amanat Komandan SeskoTNI menyampaikan ucapan selamat kepada para mantan pasis Dikopsgab dan Taropsgab TNI yang telah berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan Tahun Anggaran 2020 ini, selanjutnya berpesan dalam menghadapi tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks dan dihadapkan dengan kondisi saat ini penyebaran virus corona (Covid-19) yang telah merenggut banyak korban jiwa sangat berdampak terhadap kehidupan bangsa Indonesia. Untuk itu sebagai prajurit profesional dituntut untuk dapat berperan secara langsung melaksanakan usaha pencegahan dengan cara membantu pemerintah pusat dalam rangka membangun kesadaran masyarakat agar penyebaran covid-19 tidak meluas. Dengan harapan adanya kesamaan presepsi interpretasi dan pemahaman proses perencanaan pengambilan keputusan militer dalam Operasi Gabungan TNI sehingga mampu mengaplikasikan semua bekal yang telah diperoleh dalam tugas-tugas operasi maupun latihan, sebagai pelaku maupun penyelenggara di Komando utama dan satuan masing-masing dengan selalu memegang prinsip interoperabilitas.